Ikatan Warga Gaduik

Jabodetabek & sekitarnya

Sumbangsih Iwarga kepada Urang Kampung

with one comment

Iwarga sebagai wadah urang Gaduik di rantau baru berdiri lagi setahun yang lalu. Dalam usianya yang baru setahun jagung, berbagai kegiatan telah dilakukan dan dirancang. Pada suasana Idulfitri 1431 Hijriah memang sudah direncanakan untuk memberikan sumbangan pikiran dan bantuan kepada urang kampung. Untuk Idulfitri tahun ini diadakan kegiatan, yaitu (1) Diskusi Pendidikan di Nagari Gaduik, (2) pemberian bantuan lima perangkat komputer untuk setiap wali jorong, (3) malam hiburan dan saluang, dan (4) Klinik Matematika.

Diskusi pendidikan dilaksanakan di SMP Nagari Gaduik pada Ahad, 12 September 2010. Diskusi dibuka dengan lantunan kalam Ilahi oleh Qariah Nasional yang berasal dari Kambing VII, Elun Nurisman. Laporan disampaikan oleh Ketua Panitia, Bapk Andri Majo Endah. Sambutan disampaikan secara bergantian oleh Ketua Iwarga (Dr. Erman Syamsuddin), Wali Nagari Gaduik (H. Dahrial Malin Saidi). Acara dibuka oleh Bupati Agam, yang diwakili oleh Asisten III. Di dalam diskusi itu ditampilkan lima orang panelis mewakili SMA, SMP, SD, pendidikan nonformal, dan TPA/MDA dengan moderator Ketua Iwarga..

Panelis SMA adalah Drs. Miswar Edi, Kepala SMA 2 Tilkam (SMA Gaduik). Dalam paparannya, kepsek itu menyampaikan berbagai kendala yang memengaruhi kualitas murid-murid dan sekolah. Misalnya, kurangnya daya saing siswa dan motivasi orang tua untuk melanjutkan ke PT; guru-guru yang belum professional; prestasi siswa yang belum menonjol; terbatasnya anggaran; kurangnya sarana dan prasarana (laboratorium, koleksi buku, ruang kelas, ruang UKS/OSIS, musala, dan toilet); rendahnya kemampuan baca Alqulan siswa. Untuk mengatasinya, diperlukan berbagai terobosan dan peran serta berbagai pihak.

Panelis  SMP adalah Drs. Edison, Kepala SMP 2 Tilkam (SMP Gaduik). Seperti halnya kendala SMA, ada beberapa kendala yang dihadapi SMP Gaduik: masih tingginya persentasi kelulusan UN dan tidak naik kelas; rendahnya prestasi intra dan ekstrakurikuler; minimnya guru mengikuti diklat; kurangnya frekunsi pertemuan komite sekolah, baik urang tua maupun guru; kurangnya sarana/prasarana sekolah (laboratorium, koleksi buku, ruang kelas, ruang guru/OSIS, dan toilet). Masalah itu dapat diatasi dengan keikutsertaan berbagai pihak.

SD negeri juga menampilkan panelis. Dari 10 SDN di Gaduik, yang tampil sebagai wakil adalah Rahmi, S.Pd., Kepala SDN Ranggomalai. Masalah yang muncul di SD tidak sebanyak di SMP dan SMA, yang meliputi kurangnya frekuensi keikutsertaan dalam lomba siswa dan guru, baik intra maupun ekstrakurikuler; kurangnya sarana dan prasarana di beberapa SD (meubeler, air bersih, musalla, toilet, pagar).

Pendidikan nonformal menampilkan Ibu Sunaryeti, S.Pd., Ketua Pusat Kegiatan Bersama Masyarakat (PKBM) Gaduik. Ada dua masalah yang dikemukakan: terbatasnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pendidikan nonformal dan terbatasnya tempat diklat.

Untuk TPA/MDA tampaknya yang menjadi kendala adalah rendahnya kesejahteran guru; belum adanya program tindak lanjut khatam Alquaran; kurangnya penghargaan kepada anak berprestasi baca Alquran; belum adanya dana operasional.

Diskusi pendidikan menghasil beberapa keputusan dengan berbagai solusi yang diemban oleh kepala sekolah dan komite; wali nagari, lembaga, dan wali jorong; Kepala Dinas Pendidikan (kabupaten/kecamatan); para perantau (lihat tabel).

Malam hiburan diselenggarakan pada dua malam berturut-turut, yaitu Ahad dan Senin, 12—13 September 2010. Pada hari Ahad malam ditampilkan kesenian tari selamat datang,  tari piring, dan randai oleh siswa SMA Gaduik. Selain itu, ditampilkan orgen tunggal dengan biduan/biduanita urang kampung dan urang rantau. Untuk menyemarakkan malam itu, panitia juga mengadakan lelang kue dan singgang ayam. Sementara itu, hari Senin malamnya urang kampung mengadakan saluang semalam suntuk

Kegiatan lain yang diadakan adalah Klinik Matematika dan Pelatihan MDA, PAUD, dan Posyandu  Nagari Gadut. yang diadakan pada tanggal 25—26 September 2010 di SMP Gaduik.  Klinik matematika pada 25 Oktober 2010 menampilkan pakar matematika dari Habibie Center Jakarta, Pak Bambang. Ada dua tingkat pendidikan yang mengikuti klinik itu, yaitu  siswa SD/madrasah Ibtidaiah dan SMP dan Sanawiah kelas tinggi  dan guru. Diharapkan hasil klinik itu dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas matematika dengan hasil unggul. (AGR)

Written by Yerry Edvian

September 26, 2010 pada 11:15 am

Ditulis dalam Berita

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. untuak selanjutnyo apo kegiatan iwarga ko lai mak..?

    bujang

    Juni 17, 2013 at 7:49 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: